27 November 2016

Bullet Journal: December Setup

Waw, Tak terasa sebentar lagi November berakhir dan sudah waktunya bagi saya untuk membuat halaman-halaman baru bullet journal edisi Desember. Yeah, fortunately, I did it a week ago.


Pada postingan saya sebelumnya di lapak ini, saya sudah bercerita sekelumit tentang Bullet Journal. Jadi, saya tidak akan terlalu banyak menyampah tentang pengertian atau pengantar atau blablabla tentang hal itu lagi. Hal yang paling menyenangkan dalam bullet journal adalah kita bisa menentukan aturan dan metode kita sendiri.

Bullet journal adalah semacam planner analog. Kita menggunakan jurnal kosong dan pulpen untuk mengisinya. Planner digital dalam bentuk aplikasi ponsel memang sudah menjamur di mana-mana, tapi saya pribadi lebih memilih bisa menuliskannya sendiri, memaksa jari-jemari untuk berolahraga. Lagi pula, aroma kertas lebih spesial daripada aroma ponsel, jadi yah... that's it.

Oke, jadi inilah setup bullet jounal saya untuk bulan ini. Mari kita mulai~

Halaman Index

Intinya, index adalah daftar isi, memudahkan kita untuk mencari hal yang ingin kita cari di halaman-halaman berikutnya.


Oh, iya, saya juga menggunakan sistem color coding untuk membedakan tiap topik dalam jurnal ini. Dan jika dilihat, di sebelah halaman Index ada sederet kunci yang menunjukkan sudah sampai di mana to-do list yang harus dikerjaan hari itu.

Future Log

Ini adalah halaman di mana kita bisa melihat hal-hal apa saja yang akan terjadi dalam satu tahun atau enam bulan atau terserah kita mau mengaturnya untuk berapa bulan. Dan semua itu bisa dicek hanya dengan sekali lihat tanpa perlu membolak-balik halaman, semacam kalender mini yang disertai catatan hari-hari penting.


Monthly Log

Tidak ada aturan yang menyuruh kita memulai bullet journal pada Januari, jadi kita bebas memulainya dari mana pun, bahkan pertengahan bulan. Saya sendiri pertama kali memulai bullet journal adalah pertengahan Oktober tahun ini dan keterusan sampai sekarang. Nah, pada buku bullet journal yang baru ini, saya memulai dari Desember.


Nah, untuk monthly log, kita bisa mengecek apa yang terjadi dalam satu bulan dengan sekali lihat. Saya memberi kotak-kotak pada setiap tanggal, untuk nantinya saya tuliskan apa hal penting yang akan terjadi di hari itu. Bisa ultah kenalan, bisa pertemuan penting dengan seseorang, bisa hal penting yang harus dikerjakan, bisa deadline tugas, atau apa pun.

Collections

Inilah asyiknya bullet journal, kita bisa menambahi apa pun yang kita suka, misalkan saja buku yang ingin dibaca dalam sebulan, film yang ingin ditonton, tempat yang ingin dikunjungi, habit tracker dan segala jenis tracker yang lain, apa saja boleh.




Weekly Log

Di sini kita bisa menuliskan segala hal yang terjadi dalam satu minggu, bahkan juga menyertakan tracker mingguan. Weekly log tidak wajib ada, tentu saja. Ada beberapa orang yang lebih suka tidak menggunakan weekly log dan langsung membuat daily log. Seperti yang saya bilang, sifat bullet journal sangat fleksibel, jadi tidak masalah jika bullet journal tidak digunakan sebagai planner. Sesuka kita saja. Apa yang kita butuhkan, itu yang kita pakai.


Daily Log

Hmm, saya tidak punya contoh gambarnya karena memang belum saya buat. Daily log biasanya mencakup to-do list yang butuh kita lakukan hari itu juga. Saya biasanya membuatnya di pagi hari on the spot, bukan hari sebelumnya. Jadi mohon maaf jika tidak ada gambar pada topik yang satu ini. Mungkin pada postingan berikutnya, saya akan berbagi tentang daily log secara khusus setelah satu minggu terlewati.

Oke, begitulah, jika kamu punya sebuah buku jurnal yang masih kosong, coba saja menggunakannya sebagai bullet journal. Trust me, it's worth to try, tapi jika kamu lebih suka dengan sistem digital juga tidak masalah. Semua orang punya caranya masing-masing untuk merencanakan hari-hari mereka, bukan?

Namun, jika kamu ada secuil saja ketertarikan, bullet journal layak dicoba.



dya ragil

3 komentar:

  1. bukunya pakai buku apa ya? beli dimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai buku tulis kosongan biasa juga bisa, Kak. Saya beli di toko alat tulis, kan banyak tuh buku tulis tebal yang dijual. Kalau yang saya pakai itu merknya Inspira, ukurannya A6 dan isinya dotted (titik-titik gitu, bukan garis kayak buku biasa).

      Hapus